BANGKA Berita Heboh Kriminal News

Tiga Tersangka Perkara Dugaan Korupsi Jual Beli Pasir Timah dengan Kadar Rendah Rugikan Negara Rp 8,4 M Dibebaskan Majelis Hakim PN Pangkalpinang Menyatakan Para Terdakwa Dinyatakan Tidak Terbukti Secara Sah Dan Meyakinkan Bersalah

Pangkalpinang, kabarbelitung.co.id – Terkait Perkara Dugaan Korupsi Jual Beli Pasir Timah dengan Kadar Rendah atau Sisa Hasil Produksi (SHP) Terhadap Terdakwa Agustino alias Agat, Tayudi dan Ali Samsuri, kini Menuai Sorotan dari Sebagian Kalangan Masyarakat.

Dikarenakan Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kelas I Pangkalpinang Menjatuhkan Vonis Bebas Terhadap Para Terdakwa. Selasa (25/5/2021).

Sebelum Perkara tersebut Naik ke Persidangan Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kelas I Pangkalpinang, pihak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati Babel) sebelumnya telah Menetapkan sedikitnya 3 Orang Tersangka.

Tiga Orang Tersangka Tersebut adalah, Agustino alias Agat selaku Pemasok Pasir Timah Kadar Rendah (SHP), Tayudi alias Ajang sebagai Direktur CV Mentari Bangka Sukses (MBS) dan Seorang Oknum pejabat PT Timah Tbk, Ali Samsuri (saat masih Menjabat sebagai Kepala Gudang Baturusa) PT Timah Tbk.

Dari Kasus tersebut, Perkara berlanjut ke Meja Pengadilan dan Seiring Berjalan Waktu Pihak Kejati Babel dibawah pimpinan Ranu Mihardja SH akhirnya Rabu (07/10/2020) siang sekitar Pukul 14.00 WIB melakukan Penahanan terhadap para Tersangka (Agat, Tayudi dan Ali Samsuri) di Gedung Kejati Babel. Saat itu Agat Didampingi Penasihat Hukumnya, Adistya Sunggara SH.

Ketiga Tersangka Agat, Tayudi dan Ali Samsuri Ditetapkan sebagai Tersangka Terkait Perkara Jual Beli Pasir Timah (SHP) Kadar Rendah ini yang Diduga mulai Berlangsung sejak Tahun 2017 Hingga 2018.

Dan Ketiga Tersangka ini pun saat itu Dikabarkan Usai Ditahan pada hari itu Selanjutnya Dititipkan di Sel Mapolda Kepulauan Bangka Belitung, Guna Menjalani Proses Hukum lebih Lanjut.

Dari hasil Kegiatan Jual Beli Timah Kadar Rendah ini, sempat pula Melibatkan Sejumlah Mitra PT. Timah Tbk termasuk Kasus serupa ini pun sebelumnya sempat Ditangani Pihak Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Lantaran Kasus ini Diduga telah Merugikan Keuangan Negara yang Diperkirakan Mencapai Nilai Angka sebesar Rp. 8.405.326.452,16 atau Senilai Rp 8 M lebih.

Sebelumnya Berkas Perkara Kasus Dugaan Korupsi ini Disidang, dengan Berkas masuk di PN Pangkalpinang dengan Nomor Perkara 1/Pid.Sus-TPK/2021/PN Pgp untuk Ali Samsuri, dan Perkara Nomor 2/Pid.Sus-TPK/2021/PN Pgp untuk Agat, serta untuk Ajang Nomor 3/Pid.Sus-TPK/2021/PN Pgp.

Berdasarkan Dakwaan Diungkapkan jika Diketahuii dari Kegiatan Jual Beli Pasir Timah Kadar Rendah itu yakni sejak Mei 2019, Juni 2019 dan Juli 2019.

Yaitu dengan Transaksi Berat Biji Timah Sebanyak 264,682,29 Ton dengan Kadar (Sn) atau 390,756 Ton Ore (Kering). Saat itu pihak Mitra (CV MBS) telah Menerima Pembayaran dari PT Timah sebesar Rp. 48.026.647.500.

Dari Total Sebanyak jumlah Tersebut, Terdapat 11 Kali Pengiriman Biji Timah dengan Total 50,507,239 Ton Sn atau 73,455,830 Ton Ore yang Mengandung atau Bercampur dengan Slag atau Terak. Oleh karenanya pihak JPU Menilai jika dari Kegiatan Tersebut Diasumsikan Negara Dirugikan Senilai Rp. 8 M lebih.

Dalam Kasus ini, berikut Pernyataan Putusan Bebas yang Disampaikan Humas PN Pangkalpinang, Hotma Sipahutar SH MH kepada Awak Media, Selasa (26/5/2021) yang Tertuang dalam Nomor 1/Pid.Sus-TPK/2021/PN Pgp.

Telah Diputus oleh Majelis Hakim PN Pangkalpinang : Efendi SH MH sebagai Hakim Ketua, Siti Hajar Siregar SH MH dan Erizal SH MH Masing-masing sebagai Hakim Anggota pada hari Selasa (25/05/2021) yang Amarnya sebagai berikut :

  1. Menyatakan Para Terdakwa Dinyatakan tidak Terbukti secara Sah dan Meyakinkan Bersalah melakukan Tindak Pidana “Korupsi Yang Dilakukan Secara Bersama-sama” sebagaimana dalam Dakwaan Primair.
  2. Membebaskan Terdakwa Ali Samsuri Bin Muhammad oleh karena itu dari Dakwaan Primair tersebut.
  3. Menyatakan para Terdakwa di atas tidak Terbukti secara Sah dan Meyakinkan Bersalah melakukan Tindak Pidana “Korupsi Yang Dilakukan Secara Bersama-sama” sebagaimana dalam Dakwaan Subsidair.
  4. Membebaskan para Terdakwa oleh karena itu dari Dakwaan Subsidair tersebut.
  5. Memerintahkan para Terdakwa  Dibebaskan dari Tahanan Negara setelah Putusan ini Diucapkan.
  6. Memulihkan Hak-Hak Terdakwa dalam Kemampuan, Kedudukan, Harkat dan Martabatnya.
  7. Menetapkan Barang Bukti berupa: 1… s/d 125…. dikembalikan kepada Penuntut Umum.

(Andi M/BT.Com)