Berita Heboh Kriminal News

Oknum Warga Mantan Kades Bakit, Bertindak Arogan Dan Serobot Tanah Warga

Pangkalpinang, kabarbelitung.co.id – Ada-ada saja ulah Oknum Warga bernama Sopian, Warga Desa Bakit, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat.

Dikampungnya Sopian dikenal dengan panggilan Bambang, Pria ini diketahui dulunya Mantan Seorang Pejabat Desa yang disebut oleh Masyarakat Kades (Kepala Desa).

Namun sayang sikapnya Arogan dan Sok Berkuasa masih terbawa-bawa dan ditunjukkan olehnya, walaupun Dirinya tidak lagi terpilih menjadi seorang Kades di Desa Bakit.

Sikap Arogan dan Berlagak Berkuasa serta bertindak Sewenang-Wenang terhadap Masyarakat Kecil di Kampungnya kembali ia tunjukkan kepada Warganya.

Ia merasa apa yang dilakukan tidak Bertentangan dengan Aturan Hukum, Norma-Norma dan Adab, seperti dengan semaunya mengklaim Tanah atau Lahan orang lain miliknya tanpa Surat atau Bukti Autentik dan Saksi-Saksi.

Pasalnya, Sopian alias Bambang Mantan kades Bakit itu dengan seenaknya mengklaim atau mengaku secara Sepihak lahan Seluas kurang lebih 7.123 M2 yang telah Dikuasai sejak Tahun 1974-1975 oleh Adenan (Alm) Orang Tua Masyumi, Warga Dusun Bakit, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat adalah Miliknya, tanpa ada Surat atau Dokumen lainnya yang Mendukung atau menyatakan dirinya sebagai Kepemilikan Lahan yang Sah.

Permasalahan Lahan atau Tanah mencuat ke permukaan dan akan menjadi persoalan Hukum, setelah Masyumi melakukan Pelaporan dan memberikan Surat Kuasa kepada Zulkifli sebagai Saksi dari pihaknya untuk melaporkan Bambang yang telah melakukan Tindak Pidana Penyerobotan atas Tanah atau Lahan milik Masyumi.

Upaya Pengklaim sepihak Lahan atau Tanah Seluas 7.123 M2 oleh Bambang yang merupakan Mantan Kades Bakit itu dilatarbelakangi setelah ia mengetahui seorang bernama Aidi, Warga Dusun Bakit telah mengembalikan Lahan atau Tanah tersebut yang sempat Dikelola atau Dimanfaatkan untuk bercocok tanam kepada Masumi.

Mengetahui Lahan yang Dimanfaatkan oleh Aidi telah dikembalikan oleh Masumi, disinilah timbul niat licik Bambang alias Sopian berupaya untuk menguasai Lahan tersebut.

Apalagi diketahuinya Lahan yang sudah diserahkan kembali kepada Masumi, akan dijual lagi kepada Sely seorang Pengusaha Putri Asli Kelahiran Dusun Bakit yang sukses merintis usahanya di luar Bangka Belitung (Babel).

Dan kini Putri Daerah asal Babel memilih kembali ke Tanah Kelahirannya untuk Berinvestasi di Daerah dan Mengembangkan usahanya dengan tujuan membangun Ekonomi yang Produktif dan membantu Masyarakat di Daerahnya.

Berdasarkan keterangan Zulkifli, di Lahan yang menjadi Sengketa antara Masyumi dengan Bambang, pada Tahun 1974-1975 Adenan Orang Tua Masyumi telah mengelola Lahan atau Tanah seluruhnya dengan luas 27.123 m2.

“Dan Tahun 1975, Adenan Orang Tua Masyumi memberi Lahan Seluas 7.123 M2 kepada Aidi untuk Berkebun atau Bercocok Tanam.

“Atas persetujuan dari Orang Tua Masyumi, akhirnya Aidi diizinkan untuk Bercocok Tanam di Lahan Adenan dengan Kesepakatan Tanaman atau Tumbuhan yang ditanam oleh Aidi dilahan itu bukanlah jenis Tanaman Keras seperti Sawit, Kelapa atau Sejenisnya.

“Selain itu ada Kesepakatan lainnya antara Adenan Orang Tua Masyumi dengan Aidi, bahwa Bilamana Lahan tersebut tidak Dikelola atau Dimanfaatkan lagi olehnya, ia pun sepakat akan mengembalikan kembali Lahan atau Tanah tersebut kepada Keluarga Adenan.

Masih menurut keterangan Zulkifli, di Tahun 2014, Masyumi Ahli Waris Anak dari Adenan juga Menghibahkan sebagian Lahannya kepada Pemerintah Desa untuk didirikan Bangunan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat)

“Untuk pengelolaan sampah. Dan ditegaskan Zulkifli hampir semua Warga Dusun Bakit mengetahui bahwa Lahan yang Diakui atau Diserobot oleh Bambang bukanlah Lahan Miliknya.” Tegasnya.

(Red.KB/AR)