Belitung Berita Heboh News

Dugaan Mark Up Pembangunan Balai Desa, Sekjen LSM-INTEL Minta Kejari Belitung Untuk Memanggil Dan Memeriksa Kepala Desa Buluhtumbang

Belitung, kabarbelitung.co.id – Terdapat beberapa Temuan yang Mengindikasikan Kegiatan Proyek Fisik Tahun Anggaran 2018, yang Dilakukan oleh Penjabat Kepala Desa Buluhtumbang Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, di Duga Mark Up Anggaran Dana Desa.

Bangunan Balai Desa Kedua Yang Di Duga Mark Up

Kegiatan Pembangunan Proyek Desa dalam bentuk Pengerjaan Fisik, juga merupakan Proyek Pemerintah, dikarenakan Proyek tersebut menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) yang menjadi Prioritas Pembangunan untuk Menunjang Kehidupan Masyarakat di Desa Tersebut.

Hal ini dikemukakan Saudara Andi Lala selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Lembaga Swadaya Masyarakat Investigasi Team Lingkungan (LSM-INTEL) di Jln Gaparman No 9 Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan. Jumat (16/07/2021) Terkait Dugaan Mark Up Anggaran Dana Desa Kegiatan Proyek Fisik Pengerjaan Balai Desa Tahun Anggaran 2018.

“Kegiatan Proyek Pembangunan Pekerjaan Balai Desa Kedua dengan Volume Bangunan 7 X 10 Meter Berlokasi di RT.16 Dusun Buluhtumbang, Desa Buluhtumbang, Kecamatan Tanjungpandan. Dengan Anggaran sebesar Rp. 119.950.000 yang Bersumber dari Anggaran Dana Desa Tahun 2018 di Duga Mark Up.

“Di lihat dari Lokasi Pembangunan Balai Desa yang Pertama yang berlokasi di Area Kantor Desa Buluhtumbang, dengan jarak kurang lebih 300 Meter dari Pembangunan yang Kedua.

“Seharusnya Anggaran Dana Desa (ADD) sesuai Penggunaan Pembangunan, bukan terjadi Pemborosan Dana Desa dengan dibangunnya kembali Balai Desa yang hanya berjarak kurang lebih 300 Meter dari Balai Desa yang berada di Area Kantor Desa Buluhtumbang yang tidak ada Manfaat untuk Kepentingan Masyarakat setempat karena tidak pernah dipergunakan.” Papar Sekjen LSM-INTEL.

Andi Lala juga Mengungkapkan, bahwa selain Kegiatan Pembangunan Fisik Balai Desa yang Kedua ini yang Diduga telah Menyalahi Aturan.

Bangunan Balai Desa Pertama Yang Berada Di Area Samping Kantor Desa

“Yang bisa Disangkakan sebagai Kejahatan yang Berindikasi Korupsi yang Dilakukan oleh Kepala Desa Buluhtumbang dengan melakukan Pembagunan yang menggunakan Anggaran Dana Desa tidak Bermanfaat.

“Saat kita Hubungi melalui Telpon Seluler, Pak Hairil selaku Kepala Desa Buluhtumbang belum dapat Dikonfirmasi, bukannya tidak Aktif Telepon Pak Kades tetapi tidak diangkat Beliau, padahal sudah kita Telepon Berkali-kali.” Ujar Andi Lala.

“Berdasarkan adanya Temuan yang Mengindikasikan Kegiatan Proyek Fisik Dua Proyek Pembangunan Balai Desa Buluhtumbang yang Dianggarkan Ratusan Juta dengan Menggunakan ADD, Diduga Berlebihan dan Pemborosan (Mark Up) yang Dilihat dari Hasil Bangunan yang sudah jadi.

“Dan juga Menilai, Penjabat Kepala Desa Buluhtumbang Hairil telah Melanggar Undang-Undang sebagaimana yang telah Diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

“Untuk itu Kita Selaku Lembaga Swadaya Masyarakat yang Berfungsi sebagai Kontrol Sosial dan Mitra Pemerintahan, Meminta kepada Kejaksaan Negeri Belitung untuk Memanggil dan Memeriksa Kepala Desa Buluhtumbang.

“Yang terkait Dugaan Mark Up Pembangunan Proyek Fisik Balai Desa Kedua di RT.16 Dusun Buluhtumbang, Desa Buluhtumbang, Kecamatan Tanjungpandan tersebut.” Tegas Andi Lala Selaku Sekjen LSM-INTEL.

(Tim)