BANGKA Berita Heboh News

APH Tutup Mata Adanya Tambang Ilegal Dikawasan Hutan Bakau Nelayan 01 Sungailiat

Bangka, kabarbelitung.co.id – Pengurus DPC Garda HAMI Kota Pangkalpinang akan berkoordinasi dengan Pengurus DPC Garda HAMI Kabupaten Bangka dan Pengurus DPD Garda HAMI Bersatu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait adanya aktivitas tambang timah jenis Ponton Isap Produksi (PIP) yang diduga ilegal telah merusak ekosistem hutan bakau dan pulau pulau kecil di lingkungan Nelayan 01 dan Kampung Pasir, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Yang sangat memprihatinkan, Usai pengurus DPC Garda HAMI Kota Pangkalpinang melakukan investigasi dilokasi, tampak para panitia dengan asyik berbondong bondong menimbang hasil biji timah tersebut dilakukan disebuah Gedung yang bertuliskan ‘Rumah Baca’ yang baru diresmikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka meresmikan Pembangunan Gedung tersebut.

Tak tanggung-tanggung, Gedung tersebut baru seumur jagung selesai di bangun, Masyarakat dilingkungan Nelayan 01 Sungailiat Kabupaten Bangka tidak menghiraukan jika gedung baru tersebut harus rusak karena salah dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak tetapi digunakan untuk melakukan transaksi jual beli bijih timah.

Ketua Garda HAMI Kota Pangkalpinang, Heriyanto akan berkoordinasi dengan Pengurus DPC Garda HAMI Bersatu Kabupaten dan Pengurus DPD HAMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung segera berkirim surat kepada pihak-pihak terkait adanya aktivitas tambang timah ilegal jenis Ponton Isap Produksi (PIP) yang telah mengobrak Abrik ekosistem hutan bakau, Aliran Sungai DAS dan pulau-pulau kecil yang kini telah dirusak oleh para penambang.

“Kemana Aparat Penegak Hukum yang telah dibiayai oleh negara untuk menjaga ekosistem hutan bakau, aliran sungai DAS dan Pulau-pulau kecil yang kini telah rusak oleh para penambang timah ilegal tersebut

“Hanya alasan demi mikirin perut masyarakat tapi tidak berpikir akan akibat kerusakan lingkungan,” Tanya Heriyanto kepada media ini di Pangkalpinang Minggu (16/01/2022).

“Jika Ekosistem hutan bakau, Aliran Sungai DAS dan pulau-pulau kecil yang kini telah rusak kemudian ada bencana alias musibah disini, Siapa yang akan bertanggung jawab atas segala ini.” Singgungnya lagi dengan cetus.

“Sebagai fungsi kontrol dan pengawasan kami, Maka aktivitas tersebut segera akan kami suratkan kepada pihak-pihak yang terkait. Jangan sampai hal tersebut dibiarkan begitu saja sehingga akan merugikan negara yang kita cintai ini.” Pungkasnya.

(Iyal94)