Berita Heboh Kriminal News

Advokat Kantor Hukum Bujang Musa,SH,MH And Patners Akhirnya memberi Bantuan Hukum Kasus Serobot Tanah Warga Oleh Mantan Kades Bakit

Pangkalpinang, kabarbelitung.co.id – Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun oleh Jurnalis Babel yang tergabung dalam Forum Organisasi Pers Bangka Belitung Bersatu (FOPBBB).

Bambang Mantan Kades Bakit yang diduga melakukan Penyerobotan Tanah Warga Desa Bangkit, berupaya melakukan Intervensi dengan cara mendesak Rusli selaku Pjs Kades Bakit agar Menerbitkan Surat Pencabutan atas Lahan yang dikuasai oleh Masumi.

Bahkan pihak Kecamatan ikut Terpengaruh atas Intervensi yang dilakukan oleh Bambang. Padahal Pencabutan atau Peanuliran suatu Surat Tanah tidak bisa dilakukan Sewenang-Wenang oleh Seorang Pejabat Desa apalagi Pjs Kades.

Dan patut diduga telah terjadi mal Administrasi didalam Terbitnya Surat Pencabutan Lahan tersebut dengan adanya Perampasan Hak atas Asal Usul Penguasaan Tanah oleh Masyarakat Awam atau Kecil.

Selain itu, Bambang juga melakukan Intimidasi dengan mengajak beberapa Warga untuk melarang kepada siapa saja yang Bekerja apapun, seperti Lekerjaan Land Clearing atau Pembersihan Dilahan milik Masyumi yang Diakuinya.

Pantauan jurnalis Babel dilapangan terlihat jelas Mantan Kades telah melakukan Perintisan Lahan dengan Menebas Pepohonan bahkan telah membuat Bandar atau Selokan sebagai Pembatasan Lahan yang Dikuasainya.

Tidak hanya Lahan Masyumi saja yang Diklaim Bambang, Lahan Desa pun yang Berbatasan dengan Lahan Masumi dan seluruh yang ada juga Diklaim Miliknya.

Seperti yang diungkapkan langsung oleh Amrul, Kepala Dusun (Kadus) Bakit kepada Jurnalis Babel saat melakukan Investigasi beberapa waktu yang lalu, Sabtu (12/09/2020).

“Ironisnya, walaupun Masyumi mempunyai cukup Bukti berupa Surat atau Dokumen atas penguasaan Tanah atau Lahan dan Saksi-Saksi, sebagai Rakyat Kecil mereka tidak Berdaya menghadap Kearoganan dan Kesewenang-Wenangan yang dilakukan Bambang Mantan Kepala Desa Bakit.

“Terkesan Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah Daerah sepertinya berpihak kepada Oknum Warga tersebut, hal terkuak terbitnya Surat Pencabutan oleh Pjs Kades dan Disetujui oleh Pihak Kecamatan.

Kendati demikian, Ketidak Berdayaan Masyumi dan Zulkipli menghadapi Permasalahannya, akhirnya Advokat dari Kantor Hukum Bujang Musa,SH,MH and Patners memberi Bantuan Hukum secara Cuma-Cuma dan bersedia menjadi kuasa Hukum bagi Warga Dusun Bakit tersebut untuk membela Hak-Hak mereka yang di Zholim Oknum Warga.

Kepada Jurnalis Babel, Bujang Musa,SH,MH Kuasa Hukum dari Zulkipli menyampaikan, bahwa Perkara Sengketa Tanah atau Lahan yang telah Diklaim atau Diakui dan Diserobot oleh Mantan Kades Bakit Bambang sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian yakni Polsek Jebus.

“Dan saat ini pihaknya memberi Kesempatan kepada Pihak Penyidik untuk Mempelajari Subtansi Hukum yang Dilaporkan dan Surat atau Dokumen Pendukung yang diserahkan dari Kliennya.

“Jelas dalam Perkara ini yang kami Laporkan kepada Pihak Kepolisian Polsek Jebus adalah Tindak Pidananya bukan Perdatanya, karena jelas ada Perusakan atau Penyeborotan Tanah dan Perampasan Hak-Hak atas Kleinnya yang dilakukan oleh Oknum Warga (Bambang-red).

“Apalagi Oknum Warga itu Mantan Kades, seharusnya ia tidak berbuat demikian Sewenang-Wenang terhadap Masyarakat, dan kami percaya Pihak Penyidik akan Berkerja secara Profesional

“Tidak akan Terpengaruh oleh Alibi dan Intervensi Oknum Warga tersebut.” Kata Bujang Musa dalam jumpa Persnya di Bakit Parit Tiga beberapa waktu lalu, Sabtu,(12/09/2020).

(Red.KB/AR)